Taut

Tumor kuku dan trauma kuku

Tumor pada kuku

 TUMOR DAN TRAUMA PADA KUKU

Tumor pada kuku
Tumor-tumor pada daerah kuku relatif sering terjadi. Neoplasma pada daerah kuku terdiri dari tumor jinak dan tumor ganas.
Diagnosis klinik kadang-kadang sulit karena faktor-faktor trauma, infeksi, ada atau tidaknya pigmentasi, dan karena lempeng kuku yang translusen menutupi tanda fisik pada dasar kuku. Juga tumor yang dikenal baik di tempat lain, dapat mempunyai bentuk yang lain pada daerah kuku. Daerah paronikial yang mengelilingi dasar kuku dan matriks adalah daerah yang tersering terkena lesi tumor.

Tumor jinak yang umum terjadi pada kuku

Tumor glomus
Glomus tumor jari
  1. Tumor ini sering biasanya terletak di wilayah subungual falang distal jari. Lesi ini lebih umum pada wanita dan biasanya muncul dengan bintil merah-biru kecil di bawah kuku dan pada penekanan menimbulkan rasa nyeri yang menjalar. 
  2. Kuku dapat berubah warna dan bergerigi. Kadang- kadang penampakan klinisnya nampak sebagai pembengkakan pada pangkal kuku sehingga menyebabkan deformasi kuku namun kadang kala pula hanya tampak sebagai lesi samar berkilauan kebiruan dengan rasa sakit. 
  3. Terdapat tiga ciri klinik klasik yaitu Nyeri terutama ketika di tekan, tenderness, dan sensitivitas terhadap dingin yaitu apabila jari di letakan pada air es selama 60 detik akan menimbulkan sakit yang luar biasa. 
  4. Pengangkatan lempeng kuku dan eksisi tumor ini dari dasar kuku dapat mengurangi gejala dan membawa kesembuhan, namun jika tumor tidak diangkat sepenuhnya, maka kekambuhan lokal bisa terjadi
  5. Sonografi mungkin berguna untuk penilaian pra operasi dan untuk memastikan pengangkatan lengkap dari tumor. Kemungkinan komplikasi pembedahan adalah kerusakan permanen pada kuku
 
 
Veruka peringual
Veruka peringual
 
  1. Tumor jinak di sekitar kuku yang tersering adalah veruka.
  2. Veruka atau kutil pada jari yang di sebabkan oleh virus human pappiloma virus (HPV). Kutil adalah tonjolan kecil dan kasar pada kulit yang jinak (non-kanker) karena hiperplasi (bertambahnya jumlah sel baru)
  3. Veruka periungual dapat diterapi dengan destruksi menggunakan kauter dan kuret atau dengan spray nitrogen cair. Banyak kasus memberi respon yang baik dengan asam salisilat 40%. Veruka di bawah kuku dapat diterapi setelah kuku di atasnya diangkat atau dipotong.
 
 
Eksostosis subungual
  1. Tumor jinak tulang ini tersering dijumpai pada jari kaki yang besar dan pada bagian medialnya. Eksotosis sendiri merupakan istilah medis menggambarkan perkembangan tulang yang abnormal. Kondisi ini biasanya mempengaruhi remaja dan dewasa muda, dan terutama terlihat pada wanita.
  2. Penyebabnya tidak diketahui. Iritasi yang terus menerus ke tulang telah diusulkan sebagai faktor penyebab yang mungkin. Diagnosis diferensial utama adalah ingrowing toenail, dengan tumor nailbed seperti melanoma, karsinoma skuamosa atau tumor glomus
  3. Gambaran klinisnya tampak sebagai pembengkakan di bawah kuku, dan dapat mendorong ujung kuku, dapat pula menyebabkan deformitas kuku, ulserasi dari dasar kuku dan rasa nyeri. Penyakit ini dapat didiagnosis dengan radiografi. Operasi pengangkatan lesi adalah pengobatan pilihan
 
 
Granuloma piogenikum
Granuloma piogenik
 
  1. Granuloma piogenikum merupakan suatu tumor vaskuler benigna atau jinak yang didapat pada kulit atau membran mukosa yang tampak sebagai papul atau nodul vaskular yang cepat tumbuh. Granuloma piogenik bisa dimana saja, jari adalah lokasi yang disukai.
  2. Penyebab yang pasti tidak diketahui, tetapi granuloma piogenik seringkali muncul setelah terjadinya cedera pada kulit.
  3. Gambaran histopatologis granuloma piogenikum terdapat proliferasi pembuluh darah kecil, yang akan menerobos epidermis dan membentuk tumor globular yang bertangkai, yang dibatasi oleh epidermis yang koleret. Kadang-kadang terdapat erosi dan ulserasi di permukaannya. Diagnosis banding granuloma piogenik adalah hemangioma dimana gambaran klinisnya dapat menyerupai granuloma piogenikum yaitu papul atau nodul merah
  4. Lesi ini biasanya terlihat setelah trauma pada daerah tersebut. Tumor dapat berasal dari lipat kuku lateral atau dari hiponikium dan dapat membesar mengenai alas kuku. Destruksi sempurna lesi tersebut dengan elektrodesikasi biasanya memberikan penyembuhan.
 
 
Fibroma
 
  1. Fibroma kuku seringkali timbul pada pasien dengan tuberous selerosis atau penyakit von Recklinghausen, dan tampak tersering sesudah pubertas. Tuberous sclerosis adalah penyakit neurokutaneus, diwariskan dalam pola autosom dominan dan dikaitkan dengan kejang dan keterbelakangan mental.
  2. Lokasi biasanya periungual, tetapi dapat juga subungual, jika subungual maka di sebut subungual fibroma.
  3. Fibroma pada matriks dapat mengakibatkan penipisan dan bahkan destruksi lempeng kuku. Eksisi biasanya menyembuhkan
 
 
Nevus junctional atau Melanocytic naevus
Nevus junctional
 
  1. Lesi jinak ini tidak jarang timbul pada orang kulit hitam. Sarang-sarang sel nevus pada matriks menyebabkan pigmentasi yang berat pada lempeng kuku.
  2. Karena proliferasi sel-sel pigmen, melanosit. Jika mereka coklat atau warna hitam, mereka juga dapat disebut nevi berpigmen. Sering di kenal sebagai tahi lalat pada kuku atau moles.
  3. Jumlah moles seseorang tergantung pada faktor genetik dan paparan sinar matahari, Orang dengan lebih banyak tahi lalat memiliki risiko lebih tinggi melanoma berkembang dibandingkan dengan beberapa tahi lalat, terutama jika mereka memiliki lebih dari 100 dari mereka.
  4. Nevus bawah kuku umumnya bermanifestasi sebagai beruntun berpigmen memanjang (melanonychia striata ) yang berkepanjangan dan stabil (tidak lebih luas di dasar
 
 
Kista miksoid
  1. Kista miksoid sering terjadi pada bagian lateral atau dorsal jari bagian distal. Masa ini merupakan perubahan degeneratif pada jaringan konektif falang distal. Hal ini terjadi terutama pada orang tua (lebih dari 40 tahun), sedikit lebih sering pada wanita.
  2. Penyebabnya tampaknya ada dua variasi. Yang pertama adalah bentuk mucinosis fokus, suatu kondisi yang ditandai dengan deposit abnormal mucopolysaccharides (mucins) di kulit. Sebenarnya, itu tidak boleh disebut kista karena tidak memiliki kapsul sekitarnya, dan lebih baik disebut sebagai pseudokista . Variasi lain muncul dari perluasan lapisan sendi jari dan karena osteoarthritis – jenis ganglion
  3. Ia membentuk suatu lesi yang kecil dan kistik dengan permukaan yang licin dan mengkilat hampir translusen. Bila terdapat pada lipat kuku proksimal; dapat mempengaruhi pembentukan lempeng kuku. Cairan gelatinosa dapat mengalir keluar dari permukaan kista yang berlubang
  4. Terapi antara lain dengan ditusuk berulang kali, eksisi, cryosurgery, aspirasi lesi dan suntikan triamsinolon, dan pengangkatan lipat kuku proksimal dengan kista yang berhubungan. 
 
Ekondroma
  1. Ini merupakan tumor jinak soliter kartilago yang timbul pada jari-jari. Bila timbul pada falang distal akan menyebabkan pembesaran ujung jari, memberi gambaran seperti clubbing jari. Bila timbul dekat lipat kuku proksimal dapat menyerupai paronikia dan menyebabkan deformitas lempeng kuku.
  2. Terapi adalah dengan eksisi atau mengangkat jaringan kondroid dan mengisi rongga yang terbentuk, bila perlu dengan bone graft.
 
 
Keratoakantoma
keratoakantoma
 
  1. Keratoakantoma subungual, merupakan penyakit yang jarang dijumpai tetapi perlu diketahui, karena dapat mengakibatkan kesalahan teramputasinya jari yang tidak perlu. Bila timbul di bawah kuku, tumor ini mempunyai gambaran yang berbeda dari lesi klasiknya. 
  2. Penyakit ini ditandai dengan pertumbuhan yang cepat dan nyeri, kemerahan, terangkatnya lempeng kuku, dan nekrosis akibat tekanan dari falang di bawahnya. Pemeriksaan radiologis dan histopatologi dapat membantu menegakkan diagnosis.
  3. Terapi adalah dengan destruksi lokal atau dengan eksisi total sesudah pengangkatan lempeng kuku di atasnya.
 
 
Tumor ganas yang umum terjadi pada kuku
 
Karsinoma sel skuamosa
karsinoma sel squamosa
 
  1. Tumor ini biasanya tumbuh lambat dengan rasa nyeri, destruksi lokal dan dapat disertai infeksi bakteri. Pemeriksaan biopsi diperlukan untuk menegakkan diagnosis pasti. Sulit di bedakan dengan veruka, sehingga diagnosa biasa terlambat.
  2. Terapi adalah amputasi bila tulang di bawahnya terkena, dan bila tidak, dilakukan eksisi lokal.
  3. Karsinoma sel basal
  4. Karsinoma sel basal jarang terlihat pada daerah subungual. Terapi adalah dengan eksisi lokal atau elektrodesikasi.
 
 
Melanoma maligna
Melanoma maligna
 
  1. Tumor ini jarang terjadi, tetapi penting untuk diketahui. Biasanya ditandai dengan pertumbuhan subungual yang berpigmentasi, dengan masuknya pigmen ke daerah parokinia (tanda Hutchinson). 
  2. Bila diduga melanoma, perlu dilakukan biopsi. Bila diagnosis telah ditegakkan, jari hams diamputasi segera. Kelenjar getah bening perlu diangkat kemudian bila ada dugaan penyebaran sekunder pada daerah ini.
 
 
Trauma Pada kuku
 
  • Trauma dapat menyebabkan kerusakan kuku dalam berbagai cara. Trauma tersebut dapat tunggal, sekali-sekali, atau berulang (seperti menggigit kuku). 
  • Trauma tunggal atau sekali-sekali dapat mengakibatkan perdarahan, pecahnya kuku, atau bila cukup berat, hilangnya seluruh kuku. 
  • Trauma yang berulang seringkali lebih ringan, dan pasien mungkin tidak menyadarinya. Beberapa tipe tertentu :

Menggigit kuku
  • Ini merupakan kebiasaan yang sangat umum terjadi. kebiasaan menggigit kuku juga dikenal sebagai onychophagia kronis. Dapat menyebabkan onikolisis dan paronikia. Menggigit kuku dapat menyebabkan infeksi kulit di sekitar kuku, yang dikenal sebagai paronychia. Hal ini terjadi karena pelindung antara kuku dan lipatan kuku pecah karena lembab. Organisme kemudian bisa masuk ke celah kuku, yang mengakibatkan infeksi bakteri atau jamur di jari. 
  • Terapi biasanya kurang memuaskan, karena pasien sulit untuk menghentikan kebiasaannya. Psikoterapi mungkin berguna untuk beberapa pasien.
 
Ingrown nails (kuku yang tumbuh ke dalam)
  • Kuku yang tumbuh ke dalam sering merupakan masalah. Timbulnya pada kuku kaki mungkin berhubungan dengan sepatu yang tidak pas, sedangkan pada kuku jari tangan sering disebabkan oleh pemotongan kuku yang tidak rata atau pecahnya lempeng kuku dan diikuti oleh pertumbuhan lempeng kuku ke dalam lipat kuku lateral. Bila tidak diobati, dapat menjadi sangat nyeri, terbentuk indurasi dan jaringan granulasi yang berlebih terbentuk sekitar tepi lempeng kuku yang masuk.
  • Pengobatan dapat sulit dan bekepanjangan. Yang paling penting adalah menyarankan pada pasien untuk memakai sepatu yang cukup lebar dan dapat menghilangkan tekanan lateral.
  • Juga pasien perlu berhati-hati dalam memotong kuku. Pada stadium dini infeksi mungkin dapat diatasi dengan pemberian antiseptik seperti gentian violet. Bila infeksi tersebut lebih parah dan ada selulitis lokal perlu diberikan antibiotik sistemik.
  • Bila jaringan granulasi terbentuk, hams dihancurkan dengan kauterisasi. Bila jalan konservatif ini gagal, perlu dilakukan operasi. Jaringan granulasi perlu dieksisi. Pada beberapa kasus pengangkatan kuku dibutuhkan, dan indikasinya adalah selulitis yang terus menerus, nyeri yang hebat dan kegagalan perbaikan dengan pengobatan yang kurang radikal. 
 
Mengisap jari 
  • Sering terjadi pada bayi dan anak-anak, dan dapat menyebabkan paronikia.
  • Trauma fisik/kimiawi pada kutikula 
  • Dapat menyebabkan paronikia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s